22/10/24
“Just because the stars fell doesn't mean they weren't worth wishing on.”
10 tahun lamanya, mengenal, tertawa, sedih, marah bersama.
Seperti layaknya melihat diri sendiri di tubuh orang lain, 2 hal yang terpikir di benakku. Kenapa semua terjadi begitu cepat? Kenapa baru sekarang?
Hatiku sudah terisi oleh orang lain, dia baik, sangatlah teramat baik.
Merawatku, menjaga, dan menemani setiap hari.
Hatimu sudah terisi juga oleh seseorang, atau 2 orang? Hahaha, lucu sekali.
Lucu rasanya mendengar dirimu bercerita mengenai 2 orang tersebut.
Tetapi semua itu goyah sejak kemarin malam dimana diriku dan dirimu berbincang di telefon.
Semua candaan dan godaan yang kita lontarkan, membuat ku goyah.
Goyah akan segala hal yang sudah ku lalui bersama dia, ada sepercik harapan yang menyala didalamku.
Jika semuanya berjalan semestinya, dapatkah kita bersama? Apakah pertemenan yang sudah kita bangun selama ini akan hancur begitu saja? Dimana kamu sangatlah mengenal diriku dan diriku sangat mengenalmu.
Aku tidak ingin mengambil resiko kehilangan segalanya. Iya, segalanya.
Apakah ini yang disebut dengan "Right person, wrong time" ?
Apakah jika ada kehidupan berikutnya ktia bisa bersama?
Comments
Post a Comment